Kanal koding merupakan suatu teknik yang digunakan untuk meningkatkan performansi pada sistem komunikasi dengan cara mendesign ulang pada sinyal dikirimkan  dengan pengaruh dari efek gangguan seperti noise, fading, dan jamming. Biasanya target dari kanal koding adalah untuk mengurangi probability bit of error (Pb) atau Eb/No. Seperti dijelaskan sebelumnya, tidak seperti source coding, kode saluran menambah redundansi untuk meningkatkan keandalan komunikasi. Sehingga saluran koding disebut juga sebagai error correcting code. Terdapat banyak aturan-aturan yang berbeda pada literature. Secara historis, kode ini telah diklasifikasi menjadi block codes dan convolutional codes. Fitur yang membedakan diantara keduanya adalah terdapat atau tidak terdapatnya memori pada bagian encoding. Convolutional codes memliki memori pada encoder sedangkan pada block codes tidak terdapat.

Tipe Kontrol Error

  1. Terminal
    Pada tipe ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu simplex, Half-Duplex, dan Full-Duplex.
  2. Automatic Repeat Request (ARQ)
    Beberapa tipe dari ARQ adalah Stop-and-wait, Kontinu ARQ, Selective Repeat

Model Kanal

  1. Discrete Memoryless Channel
  2. Binary Symmetric Channel
  3. Gaussian Channel