
5.4.1 & 5.4.2 Memahami HSRP (Understanding HSRP)
HSRP adalah protokol eksklusif buatan Cisco (Cisco proprietary) yang memungkinkan peralihan default gateway secara transparan bagi perangkat pengguna.
- Cara Kerja Umum: Dua atau lebih router digabungkan dalam satu “grup”. Mereka akan berbagi alamat IP dan alamat MAC virtual yang sama. Komputer pengguna mengatur IP virtual ini sebagai default gateway mereka.
- Peran Router:
- Active Router (Router Aktif): Router yang bertugas merespons permintaan ARP (mengirimkan MAC virtual) dan meneruskan paket data secara aktif. Ia terus mengirimkan pesan hello untuk memberitahu bahwa ia masih hidup.
- Standby Router (Router Siaga): Router cadangan utama. Ia mendengarkan pesan hello dari router aktif. Jika pesan hello terhenti, router siaga akan langsung mengambil alih peran sebagai router aktif.

5.4.3 Grup HSRP (HSRP Group)
- Sekelompok router yang membentuk satu router virtual disebut Grup HSRP. Nomor grup default adalah 0 (bisa diatur dari 0 hingga 255 untuk HSRP versi 1).
- Praktik Terbaik: Jika Anda mengatur HSRP di multilayer switch, sangat disarankan untuk menyamakan nomor grup HSRP dengan nomor VLAN untuk memudahkan pelacakan masalah (troubleshooting).
- Router dalam grup yang sama berkomunikasi dengan bertukar pesan hello menggunakan alamat multicast 224.0.0.2 melalui port UDP 1985.

5.4.4 Penerusan Melalui Router Aktif (Forwarding Through the Active Router)
- MAC Address Virtual: Router aktif akan menggunakan alamat MAC khusus yang sudah dikenal, yaitu
0000.0c07.acXX(di manaXXadalah nomor grup HSRP dalam format heksadesimal). - Pemecahan Masalah: Saat Anda melakukan Ping atau meminta ARP, IP dan MAC virtual yang akan merespons. Namun, jika Anda melakukan Traceroute, router akan merespons menggunakan alamat IP aslinya, bukan IP virtual. Hal ini membantu admin jaringan melihat secara pasti fisik router mana yang sedang dilewati data.
5.4.5 Prioritas HSRP (HSRP Priority)
- Router mana yang menjadi “Aktif” ditentukan oleh nilai Prioritas (0-255).
- Nilai default prioritas adalah 100. Router dengan nilai prioritas tertinggi akan menjadi Router Aktif.
- Jika nilai prioritasnya sama, router dengan alamat IP fisik tertinggi yang akan menang dan menjadi Router Aktif.
5.4.6 Konfigurasi HSRP Pre-Empt
- Secara default, jika sebuah router sudah menjadi Aktif, ia akan terus Aktif meskipun nanti ada router lain yang baru menyala dengan nilai prioritas lebih tinggi.
- Pre-empt: Fitur ini memaksa terjadinya pemilihan ulang. Jika diaktifkan, router dengan prioritas lebih tinggi yang baru tersambung ke jaringan bisa langsung “merebut” status Aktif dari router yang sedang bertugas.
5.4.7 Pengaturan Waktu HSRP (Configuring HSRP Timers)
Ada dua pengatur waktu (timer) utama:
- Hello Timer (Default 3 detik): Seberapa sering router mengirim pesan hello.
- Hold Timer (Default 10 detik): Seberapa lama router cadangan menunggu pesan hello sebelum menganggap router aktif mati. (Disarankan nilai Hold Timer minimal 3x lipat dari Hello Timer).
- Pre-empt Delay: Anda juga bisa mengatur waktu tunda untuk pre-empt. Ini berguna agar saat router baru saja reboot, ia tidak langsung merebut status Aktif sebelum proses peruteannya (routing protocol) benar-benar selesai dimuat, sehingga mencegah data hilang.
5.4.8 Transisi Status HSRP (HSRP State Transition)
Router HSRP melewati 5 tahapan status sebelum siap digunakan:
- Initial (Awal): HSRP belum berjalan (misal: saat antarmuka baru dihidupkan).
- Listen (Mendengarkan): Router sudah tahu IP virtual dan sedang mendengarkan pesan hello dari router lain untuk melihat siapa yang sedang aktif.
- Speak (Berbicara): Router mulai mengirim pesan hello dan berpartisipasi dalam pemilihan siapa yang menjadi aktif/siaga.
- Standby (Siaga): Router terpilih menjadi kandidat cadangan utama. Hanya boleh ada maksimal satu router dalam status ini.
- Active (Aktif): Router saat ini bertugas meneruskan data pengguna. Hanya boleh ada maksimal satu router dalam status ini.
Ref: [1]